Pages

Rabu, 01 September 2010

Patahkan saja kakinya...krekkkkk……

Hari ini saya teringat sebuah cerita yang pernah saya baca di sebuah artikel, entah kenapa, tiba2 saya ingin menuliskannya.. owhh mungkin karena suasana hati yang lagi cocok sama cerita ini he he.. there it goes…

Di sebuah desa hiduplah seorang penggembala domba yang baik hati dan saleh. Dia memiliki banyak sekali domba. Setiap hari dia akan pergi ke padang rumput untuk menggembalakan domba-dombanya. Dia sangat menyayangi domba2nya itu, namun ada seekor domba yang bertingkah tidak biasa seperti domba-dombanya lainnya. Domba ini sangat nakal, jika tiba waktu menggembala di padang rumput, domba ini selalu memisahkan diri dari domba-domba lainnya. Padahal domba-domba lain sangat patuh terhadap penggembala tersebut dan makan rumput secara berkelompok.

Dan ketika penggembala mendapati domba tersebut menghilang dari kawanannya, dia pasti akan segera mencarinya dan membawanya kembali ke kelompoknya. Kejadian tersebut berualang kali terjadi, dan domba nakal itu tidak pernah menurut dengan si penggembala. Akhirnya si penggembala walaupun sudah dikaruniai hati yang sabar namun tetap merasa jengkel juga menghadapi ulah domba nakal itu. Sampai suatu malam di puncak kekesalannya, penggembala tersebut berdoa pada Tuhan

Tuhan… aku sudah lelah menghadapi domba nakalku itu… tiap kali dia memisahkan diri dari kawanannya aku selalu mencarinya dan membawanya kembali ke kawananya. Tapi Tuhan kenapa dombaku itu terus menerus berperilaku seperti itu? Aku bingung Tuhan apa yang harus kuperbuat padanya

Kemudian di tengah doanya Tuhan menjawab ‘patahkan kakinya!!!’

Si penggembala bingung, masa sih Tuhan setega itu pada dombaku, masa aku disuruh mematahkan kakinya..

Namun Tuhan menjawab lagi dengan jelas, 'patahkan kakinya!!'

Keesokan harinya sewaktu menggembalakan dombanya di padang rumput, si penggembala kembali mendapati domba nakal berpisah dari kelompoknya. Kemudian penggembala mencari domba itu untuk membawanya kembali, namun si penggembala teringat doanya tadi malam… kemudian dia berkata.. Tuhan aku tidak tega mematahkan kakinya namun karena Engkau yang meminta, aku akan taat padamu. Kemudian.... kreeekkkk.. dipatahkannya kaki domba itu. Domba itu merintih kesakitan dan si penggembala tidak tega mendengarnya, kemudian setelah dipatahkannya kakinya, penggembala itu membawa domba nakal itu pulang dan membalut lukanya serta merawatnya dengan sangat baik.

Ketika hari menggembala tiba, penggembala tersebut tetap membawa domba nakal itu ke padang rumput dengan menggendongnya. Saat si domba itu haus, dia menjilati keringat dari penggembala itu. Saat domba2 yang lain makan rumput, si domba nakal selalu diam di dekat penggembala itu.

Setelah beberapa waktu berlalu... domba itu mulai sembuh dan balutan di kakinya pun sudah dilepas… namun apa yang terjadi?? Sungguh diluar dugaan. Ketika penggembala melepaskannya di padang rumput, ternyata domba itu tidak mau berlari dan bergabung dengan domba lainnya, melainkan malah tetap diam di dekat kaki si penggembala dan itu berlangsung dari hari ke hari.

Dalam kebingungannya si penggembala bertanya kepada Tuhan, Tuhan kenapa lagi dombaku ini? Kenapa dia selalu tinggal di dekat aku? Kenapa dia tidak mau kembali ke teman-temannya?

Jawab Tuhan:
"Itulah yang tidak dimengerti oleh umat-Ku,...ketika Aku membiarkan mereka
berbeban berat atau terluka atau Aku ijinkan sesuatu menimpa mereka,...itu
adalah untuk membawa mereka mendekat kepada-Ku. Aku melakukan itu untuk
membuat mereka mengerti betapa berharganya mereka di hati-Ku,...betapa Aku
ingin mereka hidup bergantung hanya pada-Ku, dekat dan intim dengan-Ku.
Tapi, seringkali, mereka semakin menjauh ketika hal-hal itu terjadi...."

Gembala itu akhirnya mengerti, mengapa Tuhan menyuruh dia mematahkan kaki
domba nakal itu, yaitu untuk menyatakan isi hati-Nya, betapa manusia
berharga di hati-Nya dan mengajar dia tentang kerinduan Allah untuk hidup
intim dengan umat-Nya,

Teman, terkadang tidak disadari bahwa kita menjadi terlalu sibuk merencanakan hidup dan masa depan dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri, tanpa sama sekali menyadari kekuatan Tuhan. Dan ketika Tuhan mulai mematahkan satu persatu pertahanan kita, kita mulai mengeluh dan mulai menyebutnya Tidak adil. Bahkan ketika Tuhan mematahkan semua pertahanan kita tanpa ampun, mulai mengambil teman-teman kita, saudara-saudara kita bahkan keluarga kita, kita mulai menyebutnya Tidak mengerti apa yang kita inginkan dan kita mulai menjauh daripadaNya. Saat-saat Tuhan mematahkan pertahanan kita memang sangat-sangat menyakitkan. Namun diatas segalanya Tuhan hanya ingin nyatakan bahwa dia sangat rindu, kita hidup hanya bersandar dan bergantung padaNya.

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai
kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh
harapan. Dan apabila kamu berseru dan dating untuk berdoa kepada-Ku, maka
Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan
Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu
menemukan Aku, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan memulihkan
keadaanmu..." {Yeremia 29:11-14b}

GBU all 

1 komentar:

haikalajadeh mengatakan...

First thing when i look your blog..
Themenya lucu, rumah semut :D
tapi peta rumah semut ketutupan..tulisanmu. tapi lucu headernya,,*kawaaiii
Post ini menunjukkan kalau manusia diberi cobaan oleh Allah. apakah Manusia memilih jalur lebih mendekatkan diri kepada Allah. Atau jalur kegelapan yang tak ada semangat hidup karena cobaan terlalu berat.
Seperti judulnya Ahmad albar-kartika. "Kartika, Wajahnya biasa saja, tak sedap dipandang mata..."
*eh Salah dink,Piss ^_^V,
kek lagunya D'Massiv-jangan menyerah,
"Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah. tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Tuhan pastikan menunjukkan kebesaran dan kuasanya. Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa"

So, Keep going and tetap Semangat !!

Posting Komentar